Inilah Tukang Pijat Abal-Abal yang Perlu Anda Hindari agar Keluhanmu Tidak Makin Parah
Tukang pijat terdekat
Admin GoTerapis
07 September 2026 • 6 menit baca
Pijat sering menjadi pilihan ketika badan terasa pegal, kaku, capek, atau tidak nyaman setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Jika dilakukan oleh terapis yang tepat dan dengan teknik yang sesuai, pijat dapat membantu membuat tubuh terasa lebih rileks dan nyaman.
Masalahnya, tidak semua orang yang menawarkan jasa pijat memiliki kemampuan yang memadai.
Ada orang yang mengaku sebagai tukang pijat atau terapis hanya karena merasa bisa memijat, padahal belum memahami teknik dasar, batas aman tekanan, kondisi tubuh pelanggan, maupun kapan seharusnya seseorang tidak dipijat.
Alih-alih membuat badan terasa lebih enak, pijat yang dilakukan secara sembarangan justru dapat membuat keluhan terasa semakin berat.
Karena itu, sebelum memilih jasa pijat, kenali beberapa tanda tukang pijat abal-abal yang sebaiknya Anda hindari.
1. Langsung Memijat Tanpa Menanyakan Keluhan Anda
Terapis yang baik biasanya tidak langsung meminta Anda berbaring kemudian mulai memijat.
Setidaknya, ia akan menanyakan terlebih dahulu bagian tubuh mana yang terasa tidak nyaman, sejak kapan keluhan tersebut muncul, apakah ada riwayat cedera, dan apakah ada bagian tertentu yang tidak boleh ditekan.
Sebaliknya, Anda perlu berhati-hati jika tukang pijat langsung melakukan pijatan keras tanpa mencari tahu kondisi Anda.
Setiap orang mempunyai kondisi tubuh yang berbeda. Teknik yang cocok untuk satu orang belum tentu cocok untuk orang lainnya.
2. Menganggap Semakin Sakit Berarti Semakin Bagus
Salah satu anggapan yang masih sering ditemui adalah bahwa pijat harus terasa sangat sakit agar hasilnya bagus.
Padahal, tekanan pijat seharusnya disesuaikan dengan kebutuhan dan toleransi tubuh seseorang.
Anda patut waspada jika terapis terus memberikan tekanan berlebihan meskipun Anda sudah mengatakan sakit.
Pijat bukan perlombaan untuk melihat seberapa kuat seseorang menahan rasa sakit.
Jika tekanan terasa terlalu keras, sampaikan kepada terapis dan minta intensitasnya dikurangi.
3. Mengklaim Bisa Menyembuhkan Semua Penyakit
Ini merupakan salah satu tanda yang paling perlu diwaspadai.
Misalnya ada tukang pijat yang mengatakan:
“Semua penyakit bisa saya sembuhkan.”
“Sekali pijat langsung sembuh.”
“Atau tidak perlu ke dokter, cukup pijat saja.”
Klaim seperti ini sebaiknya tidak langsung dipercaya.
Pijat dapat digunakan sebagai salah satu cara untuk membantu relaksasi atau menangani keluhan tertentu sesuai kondisi seseorang, tetapi bukan berarti semua penyakit bisa diatasi hanya dengan pijatan.
Untuk keluhan yang berat, menetap, muncul setelah cedera serius, atau disertai gejala yang mengkhawatirkan, pemeriksaan tenaga kesehatan tetap diperlukan.
4. Memijat Bagian Tubuh Sembarangan Tanpa Memahami Risikonya
Ada bagian-bagian tubuh yang membutuhkan kehati-hatian lebih tinggi saat diberikan tekanan.
Karena itu, teknik pijat tidak seharusnya dilakukan secara asal kuat.
Terapis yang berpengalaman biasanya tahu kapan harus memberikan tekanan ringan, sedang, atau justru menghindari bagian tertentu.
Anda perlu berhati-hati apabila seseorang melakukan gerakan ekstrem, menarik, menekan, atau memutar tubuh secara paksa tanpa menjelaskan apa yang sedang dilakukan.
Terutama ketika Anda memiliki riwayat cedera.
5. Tidak Mau Mendengarkan Saat Pelanggan Mengeluh Kesakitan
Komunikasi antara pelanggan dan terapis sangat penting selama proses pijat.
Terapis yang baik akan memperhatikan respons tubuh Anda.
Jika Anda mengatakan tekanan terlalu kuat, ia seharusnya menyesuaikannya.
Waspadai terapis yang justru mengatakan:
“Ditahan saja.”
“Memang harus sakit.”
“Kalau tidak sakit berarti tidak bekerja.”
Tubuh Anda sendiri yang merasakan pijatan tersebut. Anda berhak meminta tekanan dikurangi atau bahkan menghentikan pijatan jika merasa tidak aman.
6. Menggunakan Teknik yang Sama untuk Semua Orang
Ada pelanggan yang datang karena pegal setelah bekerja.
Ada yang ingin relaksasi.
Ada yang habis berolahraga.
Ada pula yang memiliki keluhan pada area tubuh tertentu.
Kebutuhannya tentu tidak selalu sama.
Karena itu, terapis yang baik seharusnya mampu menyesuaikan teknik pijat berdasarkan kondisi dan kebutuhan pelanggan.
Jika semua pelanggan diberikan urutan pijatan dan tekanan yang sama persis tanpa mempertimbangkan keluhannya, Anda boleh mempertanyakan profesionalitasnya.
7. Tidak Menjaga Kebersihan Saat Melayani Pelanggan
Kemampuan memijat memang penting, tetapi kebersihan juga tidak boleh diabaikan.
Perhatikan hal-hal sederhana seperti kebersihan tangan, kuku, perlengkapan pijat, alas yang digunakan, handuk, maupun minyak pijat.
Terapis yang profesional seharusnya memahami bahwa kenyamanan pelanggan tidak hanya berasal dari teknik pijat, tetapi juga dari kebersihan selama pelayanan.
8. Tidak Menghormati Batasan dan Privasi Pelanggan
Pijat merupakan layanan yang melibatkan kontak fisik.
Karena itu, terapis harus memahami batasan tubuh pelanggan dan menjaga sikap profesional.
Terapis sebaiknya memberi tahu bagian tubuh yang akan dipijat dan menghormati apabila pelanggan merasa tidak nyaman pada area tertentu.
Jika perilaku terapis membuat Anda merasa tidak aman atau tidak nyaman, Anda berhak menghentikan layanan.
Jangan memaksakan diri hanya karena pijatan sudah dimulai.
9. Tidak Bisa Menjelaskan Layanan yang Diberikan
Anda tidak perlu mencari terapis yang berbicara menggunakan istilah rumit.
Namun setidaknya, terapis seharusnya dapat menjelaskan jenis layanan yang diberikan secara sederhana.
Misalnya apakah layanan tersebut berupa pijat relaksasi, sport massage, pijat tradisional, atau jenis terapi lainnya.
Jika ketika ditanya jawabannya selalu tidak jelas tetapi klaimnya sangat besar, sebaiknya Anda lebih berhati-hati.
10. Memaksa Melanjutkan Pijat Meskipun Kondisi Pelanggan Tidak Memungkinkan
Terapis yang bertanggung jawab juga harus memahami batas kemampuannya.
Dalam kondisi tertentu, keputusan terbaik justru bukan melanjutkan pijat.
Misalnya ketika pelanggan mengalami cedera berat, nyeri yang sangat parah, pembengkakan yang tidak diketahui penyebabnya, atau kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Seorang terapis tidak seharusnya memaksakan pijatan hanya karena ingin menyelesaikan layanan.
Jangan Hanya Memilih Tukang Pijat Karena Harganya Murah
Harga murah memang menarik.
Namun memilih jasa pijat hanya berdasarkan harga paling rendah bukan keputusan yang bijak.
Yang lebih penting adalah melihat pengalaman terapis, jenis layanan yang tersedia, cara terapis berkomunikasi, ulasan pelanggan jika tersedia, serta kesesuaian layanan dengan kebutuhan Anda.
Harga sedikit lebih murah menjadi tidak berarti apabila setelah pijat justru badan semakin tidak nyaman.
Bagaimana Cara Memilih Terapis Pijat yang Lebih Tepat?
Sebelum memesan jasa pijat, ada beberapa hal sederhana yang dapat Anda lakukan.
Cari tahu terlebih dahulu profil terapis dan layanan yang ditawarkan. Baca deskripsi layanan dengan teliti. Jika tersedia, perhatikan pengalaman dan ulasan dari pelanggan sebelumnya.
Kemudian jelaskan keluhan atau kebutuhan Anda sebelum terapi dimulai.
Saat proses pijat berlangsung, jangan ragu memberikan informasi apabila tekanan terlalu kuat atau ada gerakan yang membuat Anda tidak nyaman.
Terapis yang profesional justru akan terbantu dengan komunikasi tersebut.
Cari Terapis Sesuai Kebutuhan melalui GoTerapis
Mencari jasa pijat sekarang tidak harus dilakukan dengan bertanya dari satu orang ke orang lainnya.
Melalui GoTerapis, Anda dapat mencari berbagai layanan terapis sesuai kebutuhan dan wilayah Anda.
Mulai dari layanan pijat, sport massage, bekam, baby spa, hingga berbagai layanan terapi lainnya yang tersedia di platform.
Anda dapat melihat pilihan terapis terlebih dahulu sebelum menentukan layanan yang paling sesuai.
Cara seperti ini membantu pelanggan mendapatkan lebih banyak informasi sebelum memutuskan siapa yang akan memberikan layanan.
Kesimpulan
Jangan menganggap semua tukang pijat memiliki kemampuan yang sama.
Tukang pijat abal-abal biasanya dapat dikenali dari cara kerjanya yang sembarangan, tidak menanyakan kondisi pelanggan, memberikan tekanan berlebihan, tidak mau mendengarkan keluhan, hingga berani menjanjikan kesembuhan untuk berbagai penyakit.
Pijat seharusnya membuat Anda merasa lebih nyaman, bukan justru menambah masalah.
Karena itu, pilihlah terapis dengan lebih teliti, komunikasikan kebutuhan Anda, dan jangan ragu menghentikan layanan jika merasa tidak aman.
Jika sedang mencari tukang pijat atau terapis di sekitar Anda, Anda dapat mencari pilihan layanan melalui GoTerapisdan memilih terapis yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Ditulis oleh
Admin GoTerapis